About Me

My photo
Jesus Army ~ IE 2010 Trisakti ~ BYONIC B019 ~ PMFE USAKTI '11/'12 * Addict to Sharing * Men of Honor * Father & Brother for two of my sisters

Pages

Search This Blog

Tentang Blog Ini?

Popular Posts

Friday, September 30, 2011

Berdoa Untuk Pilot Pesawat Cassa 212, Famal Isak, Ayah dari sahabat saya, Taris, dan juga untuk korban lainnya. (30 September 2011)


Keberadaan pesawat Cassa 212-200 PK-TLF akhirnya diketahui. Dari pantauan Jumat (30/9) pagi melalui udara, terlihat pesawat dalam kondisi tersangkut di pepohonan di kawasan hutan Pegunungan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Berdasarkan foto yang diambil tim penolong, terlihat pula pintu pesawat sudah dalam keadaan terbuka.

Kendati demikian, tim belum bisa mencapai lokasi karena sulitnya medan yang menyusuri hutan Bahorok. Saat ini tim sudah berada 10 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat dan diperkirakan baru sampai pada Sabtu dini hari nanti.
Pesawat Cassa 212-200 hilang kontak 10 menit sesudah keberangkatan dari Medan menuju Kutacane, Aceh Tenggara. Sebanyak 18 penumpang bersama awaknya berada di dalam pesawat. Mereka terdiri dari empat awak pesawat, yakni pilot Pamal Isak, kopilot Budiono, dan belasan penumpang lainnya, di antaranya dua bayi dan dua orang anak-anak.
Pasukan Khas TNI AU berhasil menemukan lokasi persis jatuhnya pesawat CASA 212 milik PT NBA setelah melihat langsung dengan menggunakan helikopter Bell 206L PK-UA. Dalam foto yang ditunjukkan anggota Paskhas TNI AU terlihat posisi pesawat berada di tengah pepohonan
Salah satu sayapnya patah dan bagian kepalanya koyak. Posisinya tengkurap di atas tanah di lereng perbukitan. "Kami sudah berkeliling beberapa kali, tetapi tidak melihat tanda-tanda kehidupan," kata Fajar, salah satu anggota Paskhas.
Montir helikopter, Wahyu, menjelaskan, helikopter tidak bisa mendarat karena tidak ada tanah lapang di dekat lokasi pesawat jatuh. Perlu pasukan khusus yang turun dengan rapelling, membuka lahan, baru helikopter bisa mendarat.
Irwansyah, anggota Paskhas, menambahkan, sangat sulit jika evakuasi dilakukan via darat. Sebab, jalanya berlembah dan cuaca tak menentu. "Helikopter ini hanya cukup untuk enam seat. Kami butuh helikopter yang lebih besar," kata Wahyu.
Helikopter Bell 206L PK-UA tidak bisa mengangkut korban. Untuk itu, mereka kembali ke posko untuk menyusun strategi baru. Jadi, sampai saat ini belum ada tim penyelamat yang menjangkau lokasi.


No comments:

Post a Comment